RSS

Surat Dari Ibu


Assalamu’alaikum,

Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…

Wahai anakku,
Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…

Wahai anakku!
Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku.

Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan kabar tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi…

Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.

Aku mengandungmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu grmbira tatkala merasakan melihat terjangan kakimu dan balikan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.

Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan.

Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia. Engkau pun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan. Dengan semua itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku padamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkonganku.

Wahai anakku… telah berlalu tahun dari usiamu, aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu.

Harapanku pada setiap harinya; agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… itulah kebahagiaanku!

Kemudian, berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendo’akan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.

Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis yang telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.

Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.

Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.

Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku manyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menelepon. Setiap suara kendaraan yang lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang.

Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.

Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.

Dan Ibu memohon kepadamu, Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!!

Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.

Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak pernah berhenti.

Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada ibumu… Mana balas budimu, nak!? Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman, “Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!” (QS. Ar Rahman: 60) Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!

Wahai anakku, setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?

Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina dari sekian banyak pembantu dan budakmu. Semua mereka telah mendapatkan upahnya!? Mana upah yang layak untukku wahai anakku!

Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.

Wahai anakku!! Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.

Wahai anakku! Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki supel, dermawan, dan berbudi. Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!

Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits: “Orang tua adalah pintu surga yang di tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)

Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.

Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau berkata: “Shalat pada waktunya”, aku berkata: “Kemudian apa, wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “Berbakti kepada kedua orang tua”, dan aku berkata: “Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)

Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya yang ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang kiranya, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.

Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?

Anakku, yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya: “Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang”, dikatakan, “Siapa dia,wahai Rasulullah?, “Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga”. (HR. Muslim)

Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.

Bangunlah Nak! Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.

Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk.Anakku… Setelah engkau membaca surat ini,terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.

Wassalam,

Ibumu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Untuk Ibu


Ibu..
Saat ananda melihat wanita tua yang duduk di depan ananda ini
Ananda langsung teringat ibu di rumah
Wajah perempuan ini sudah mulai menuai garis- garis ketuaan
Rambut di kepalanya pun semakin memutih penuh uban
Tampak kelelahan terbayang di wajah wanita tua ini

Ibu..
Wajah perempuan itu terlihat berat menanggung beban
Ananda yakin ibu pasti sama dengan perempuan ini
Pasti teramat berat beban hidup yang sedang ibu bawa
Ananda tak kuat melihat sorot matanya yang begitu nanar
Saat ananda tak sengaja menatap matanya
Ananda langsung teringat ibu..

Apa kabar ibu ?
Jaga diri baik- baik ya..
Ananda kelak pasti akan membahagiakan ibu..
Ananda juga pasti akan memberikan yang terbaik buat ibu

Ibu..
Tak ada wanita sejati lain yang ananda sayang kecuali ibu..
Tunggu ananda ya bu..
Ananda pasti akan membahagiakan ibu..
Yaa Allah tolong jaga ibuku ya..
Yaa Allah ampunilah dosa- dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku di waktu aku masih kecil.. Aminn

aL faQir iLaLLah


Jakarta,29 April 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Survey Keuangan Sebelum Menikah


Seorang temenku pernah bertanya "eh, kalo aku nikah tapi dengan gaji yang cuma Rp#### bisa ga ya?

hmmm.....

Maka dari pertanyaan itu aku membuat survey asal, dan berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit Sekedar berbagi aja, buat temen2 yang mungkin juga mengalami 'Matery after merit phobia syndhrome'

Daftar anggaran bulanan
(asumsi :disusun berdasarkan skala proritas,disusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah)

1. Makan

Dengan asumsi sekali makan adalah 5000
Maka makan 3x sehari,kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran ajah), kali 30 hari adalah Rp900.000

Tips :
Rajin2 ke kondangan atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya Pasti lebih ngirit

2.Kontrakan

Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak.
Maka dana untuk kontrakan sekitar 500.000/bulan

Tips :
Tinggallah di Pondok Mertua Indah. Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada
Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk 'makan ati'


3. Listrik dan Air

Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah 100.000/bulan

Tips :
Jangan pake AC, cukup AC (angin cendela)
Jangan suka main Plestesyen, cukup main monopoli,sudamanda atau gaple ama istri terasa lebih romantis


4. Transportasi

Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah 100.000

Tips :
Gunakanlah Bensin campur!
(maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit)
Atau ikutlah "Nebeng Fans Club", dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan

5. Komunikasi

Dengan asumsi pake cdma yang 1000/jam maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah 100.000

Tips :
Pakelah 'FREN' yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang "Freeen...minjam HP nya dong freen..."

6. Keperluan sehari2

Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb
Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar 50.000

Tips :
Mandi kalo perlu saja
Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali
Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan

Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar 50.000

Tips :
Jaga kesehatan
Jangan begadang...kalo tiada artinya...begadang bole saja...asalkan sambil ronda (halah!!)


8.Entertaiment

Nah ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat,liat live music, lari pagi, atau makan martabak sekali2

Jadii...
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar : 1.800.000/bulan

(masih gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada.
Kalopun masih 'besar pasak daripada tiang' Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang...ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda memutuskan untuk menikah

(serius mode on*)

Yaitu, berkah menikah

Selalu, ALLAH SWT akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa. Selalu bersukur dan percaya bahwa ALLAH SWT Maha Menguasai Segalanya.

so, stop accounting, just do it!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Secarik Cinta Untuk Ananda


Ananda,
Bintang pada malam pekat
Masih tersenyum menawarkan indah
Cahayanya pada langit dan bumi
Dia tak bosan membiaskan sinar putihnya
Walau waktu tak bergeming atas hadirnya
Tetap dia bintang
Sudah menjadi haknyalah dia member i
sinarnya

Ananda,
Ingatlah ! cinta itu tak pernah pergi
Tapi dia hanya terkunci dalam lubuk hati
Bukalah ruang itu biarkan dia semikan
ruang jiwamu
Biar dia sejukkan keringnya savana jiwamu
Karena, cinta akan mengundang benih kasih yang abadi
Sebab, muara benih itu akan memekarkan Cinta Ilahi

Ananda,
Jalan pencari ilmu itu bagaikan jalan penuh lumpur
Tapi dengan susah payah jika kau berhati-hati
Maka kau akan capai kesuksesan itu
Dan Mujahid dapat menjadi gelarmu
Maka bangkitlah !

Ananda,
Menangislah untuk bahagia, gulirkan air mata
Hanya untuk meneteskan keberkahan dari
Rabbul Izzati

Ananda,
Marilah eratkan tangan kita dalam
Genggaman persaudaraan
Hingga terikat jiwa ini dalam menyongsong
Masa depan yang indah
Dan pekiklah dengan lantang…Allahu Akbar…
Allhahu Akbar…Allahu Akbar…!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Jejak Rihlah Remaja HIPPMASH 1431 H

Sabtu, 17 April 2010
Sang Mentari menyeringai siang itu, sementara angin mengajak debu-debu mengudara bersama-sama. Dua armada tronton berukuran “big” sudah berada di depan Masjid Al Ikhlash Jatipadang. Dua armada itu masih terlihat senyap oleh para penumpang. Tapi selang beberapa lama rombongan calon-calon penumpang berdatangan. Merekalah para peserta Rihlah Remaja HIPPMASH 1431 H, mereka siap diantar oleh tronton berukuran “big” itu ke daerah Cisarua-Bogor dan siap menyusuri jalanan Jakarta- Bogor bersama dua armada tronton itu. “Allahu Akbar !!! Allahu Akbar !!!” gema takbir mengantar kepergian mereka sebelum berangkat menyisir jalanan.

Sabtu, 17 April 2010
Pukul 16.00
Hhhfff…!! Alhamdulillah akhirnya rombongan para peserta Rihlah Remaja HIPPMASH 1431 H telah sampai di tempat tujuan yang telah di rencanakan sejak awal. Tampak gurat- gurat kelelahan, kepenatan di wajah- wajah para peserta begitu pula kakak- kakak panitia. Tapi tak lama kemudian gurat- gurat kelelahan, kepenatan hilang dari wajah- wajah mereka. Mungkin keindahan alam di sekitar Villa Angga lah penyebabnya. “Perhatian kepada para peserta Rihlah Remaja HIPPMASH 1431 H di harapkan berkumpul di halaman” teriak Kak Iwan Triono lewat Megaphone yang ia bawa. Rupanya mereka akan menyantap snack kecil- kecilan yang telah disediakan oleh panitia sembari melepas lelah. Alangkah indahnya kebersamaan itu. Sejurus kemudian Kak Iwan selaku koordinator acara langsung memandu acara pembukaan Rihlah Remaja HIPPMASH 1431 H. Dan Alhamdulillah acara Rihlah Remaja HIPPMASH 1431 H sore itu yang dibuka oleh Kak Munir Asnawi menggantikan Kak Isnan selaku Ketua Acara Rihlah Remaja HIPPMASH 1431 H berjalan dengan lancar sesuai harapan. Pukul 18.10 Langit semakin gelap, suara gemuruh air sungai di bawah Villa semakin jelas terdengar di telinga. Waktu pun telah memasuki waktu sholat Maghrib. Para peserta yang telah memakai pakaian Sholat pun telah siap menunaikan Sholat. Sebelum sholat dimulai Kak Kemas menjelaskan sedikit tentang gimana sich cara Sholat Magrib dan Isya’ di jama’ itu. Setelah mereka memahami sedikit penjelasan dari Kak Kemas, sholat segera dimulai dan dipimpin langsung oleh Kak Yahya. Tiba- tiba di tengah- tengah khusyu’ nya sholat, ada kejadian yang sedikit menggelitik. Yaitu suara Kak Ivan yang di amanati sebagai muballigh imam di tirukan oleh para peserta. Bahkan ada salah satu peserta yang bersuara “priikitiiiww..” Hhheeee…

Pukul 18.35
Pembukaan sudah, sholat Maghrib dan Isya’ sudah juga. Hhhmmm.. tak lama setelah sholat, kakak- kakak panitia menyiapkan santap malam untuk para peserta. Uniknya santap malam ketika itu bernuansa “Indahnya Kebersamaan” hhhmmm… satu nampan berjama’ah. Ternyata ngga’ hanya sholat ya yang berjama’ah. Santap malam juga seru kok berjama’ah. Hheee… “Kak nambah donk Kak !!” ujar salah satu peserta di tengah- tengah santap malam itu. Kita kakak- kakak panitia hanya bisa bergumam dalam hati “hhfff.. kakak aja belum makan kamu udah minta tambah” hehehe…

Pukul 21.15
Rasa kantuk para peserta nampaknya telah jelas di wajah mereka. Tapi acara mereka malam itu masih ada satu lagi. Kajian Islam nama acara itu. Acara ini langsung dipandu oleh Pak Firman Juliarto. Tak lama kemudian pemandu acara mempersilahkan Ustadz Umar Nadi untuk menyampaikan materi kepada para peserta. Innalillahi…!!! Acara baru berjalan dimulai, tiba- tiba “kak ada asap tuch” teriak salah satu peserta. Ternyata terjadi konsleting listrik. Tapi Alhamdulillah musibah ini bisa di atasi oleh panitia. Tapi walaupun begitu para peserta dan panitia sempat panik ketika kejadian itu. Setelah dirasa aman Ustadz Umar Nadi melanjutkan pembicaraanya. Dengan gayanya yang khas Beliau dengan sabar menyampaikan materi malam itu kepada para peserta. Di akhir acara Ustadz Umar Nadi memperlihatkan satu tayangan film tentang “Aborsi” kepada para peserta. Semoga mereka bisa mengambil pelajaran dari tayangan tersebut. Aminnnn.

Ahad, 18 April 2010
Pukul 04.35
Udara dingin pagi itu masih menusuk kulit- kulit kami. Embun di sekitar halaman semakin terlihat jelas. Suara gemuruh aliran sungai pun semakin jelas terdengar pula. Para peserta pun telah terbangun dari tidur malamnya. Setelah mereka rapi dengan pakaian sholat mereka langsung menuju lantai atas Villa. Mereka akan menunaikan sholat shubuh berjama’ah. Sholat shubuh pagi itu dipimpin langsung oleh Ustadz Hafidz yang kebetulan baru sampai tadi malam. Seusai sholat shubuh mereka ada acara muhasabah. Acara muhasabah ini dipimpin langsung juga oleh Narasumber tadi malam yaitu Ustadz Umar Nadi. Subhanallah…!!! Alangkah menyentuh di qolbu para peserta renungan shubuh yang di sampaikan beliau ketika itu. Ustadz Umar Nadi ketika itu menyampaikan renungannya tentang seorang ibu. Sejurus kemudian terdengar isak tangis dari para peserta. Semoga air mata yang membasahi pipi- pipi mungil mereka menjadi saksi bahwa mereka masih bisa berubah. Yaa Allah ampunilah dosa- dosa kami dan dosa- dosa kedua orang tua kami dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihi kami di waktu kami masih kecil. Aminnn…

Pukul 06.15
“Diharapkan kepada seluruh peserta diharapkan ganti pakaian olah raga karena kita akan melaksanakan outbond” seru Kak Iwan dari pengeras suara. Selang beberapa saat mereka sudah siap dan berkumpul di halaman Villa. Outbond bernuansa games islami pagi itu juga tak kalah serunya dengan outbond lainnya. Dengan perlengkapan seadanya Alhamdulillah bisa terlaksana juga outbond pagi itu. Pagi itu outbond dipandu langsung oleh Ustadz Umar Nadi dan dibantu oleh kakak- kakak panitia.

Pukul 07.00
Udara dingin pagi itu masih terasa di kulit- kulit kami. Begitupun perut ini juga tak bisa diajak kompromi. Yupz !! rasa lapar telah terbayang di wajah- wajah para peserta. Alhamdulillah hidangan dengan menu nasi goreng yang telah di sediakan oleh panitia siap dihidangkan. Masih bernuansa “Indahnya Kebersamaan” sarapan pagi ketika itu sembari merasakan indahnya alam sekitar. Tak lama kemudian sarapan telah mereka santap. Teh hangat pun ikut mengiringi akhir sarapan mereka. Hhmmm.. Alangkah ni’matnya karunia yang telah Allah berikan kepada Hambanya. Setelah sarapan mereka di persilahkan untuk mandi karena mereka akan bertafakkur alam bareng kakak- kakak panitia.

Pukul 08. 15
Setelah para peserta sarapan, Semua para peserta telah berkumpul di halaman Villa dan siap untuk bertafakkur alam merenungi indahnya ayat- ayat kauniaNya di sekitar Villa. Ketika itu wisata air terjun curug lah yang banyak menjadi pilihan para peserta Tafakkur Alam. Bersama para kakak panitia berangkatlah mereka ke tempat yang telah direncanakan. Subhanallah … alangkah indahnya tanda- tanda penciptaan Allah di sekitar jalanan menuju curug. Mulai dengan gunung- gunung yang menjulang tinggi, hamparan pematang sawah yang hijau, indahnya rumah- rumah para penduduk yang ada di dataran tinggi itu pun menjadi pemandangan yang indah di sepanjang jalan itu. Di tengah perjalanan kami, kami sempat menemukan aliran sungai seperti yang berada di bawah Villa tempat kami menginap. Tanpa di komando oleh kakak- kakak panitia para peserta pun masuk ke air sungai sekedar merasakan dinginnya air sungai itu. Bahkan para peserta ikhwan pun tanpa di komando mereka mandi di aliran sungai itu. Kakak- kakak panitia pun tak mau kalah, mereka juga ikut mandi bersama adik- adiknya. Yang unik kakak panitia yang belum basah ataupun belum “nyebur” ke sungai mereka di gotong rame- rame oleh kakak- kakak panitia lainnya.hehe. Setelah lama di sungai mereka melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang telah direncanakan sejak awal yaitu air terjun curug. Tapi hal yang membuat para peserta ketika itu mereka tak menemukan jalan ke air terjun curug. Mereka mungkin kehilangan jejak. Akhirnya mereka pun kembali ke Villa dengan perasaan yang sedikit kesal karena tidak menemukan air terjun curug yang telah mereka inginkan. Tapi tak apalah anggap saja ini satu kenangan yang gak akan terlupakan seranjang hayat. Hehe…

Pukul 13.15
Setelah melewati perjuangan yang begitu melelahkan, para peserta akhirnya sampai juga di Villa. Sesampai di Villa mereka langsung disambut hidangan makan siang. Ternyata makan siang itu adalah makan terakhir mereka di Villa itu. Subahanallah ! ni’mat rasanya setelah lelah menyusuri jalanan mereka langsung disambut hidangan makan siang. Setelah makan siang mereka di persilahkan sholat dzuhur dan ashar dan istirahat sembari menunggu waktu pulang ke Jakarta.

BERSAMBUNG (buntu bro !!!!!)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pedoman Micro Teaching STAI HAS

A. Pendahuluan
Salah satu fakultas pada perguruan tinggi Agama Islam yang mengembangkan program keguruan adalah Fakultas Tarbiyah dengan memiliki Jurusan/program studi Akademik (program S-I) : 1) Kependidikan Islam; 2) Pendidikan Agama Islam, 3) Pendidikan Bahasa Arab, 4) Tadris Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika, dan Tadris Kimia, sedangkan program vokasional dikembangkan melalui program 1) Diploma 2 Guru RA/TK, dan dibeberapa PTS banyak dikembangkan program diploma 2 tadris (Bhs. Inggris, Matematika, Biologi, Fisika, dan kimia).
Fakultas Tarbiyah / Keguruan dan/atau Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah pada Perguruan Tinggi Islam, mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasional, pendidikan akademik diarahkan pada pembentukan bidang akademik di bidang pendidikan, sedangkan pendidikan vokasional diarahkan untuk membentuk calon pendidik yang terampil di bidang keguruan. Untuk itu, secara teoritis dalam kurikulum keguruan diprogramkan bidang studi kependidikan. Untuk menguji ketepatan teori-teori kependidikan dan untuk memberikan pengalaman yang mendalam, diselenggarakan praktek mengajar dalam kelas yang lazim disebut kuliah Micro Teeaching. Pengelolaaannya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari manajemen pengembangan Praktikum dan Laboratoruim yang diselenggarakan pada dan oleh Perguruan Tinggi. Micro Teaching, dikembangkan untuk membekali kemampuan mahasiswa dalam keterampilan mengajar yang hasilnya dapat dilihat dari kegiatan praktek keguruan di sekolah/Madrasah. Pengalaman membuktikan dari beberapa dosen pembimbing, guru pamong, dan kepala sekolah madrasah, diperoleh informasi bahwa keterampilan mengajar praktikan pada umumnya masih lemah. Sebaliknya praktikan yang terlebih dahulu mengikuti kuliah Micro Teaching, dalam melaksanakan praktek keguruannya di sekolah/madrasah diperoleh informasi hasilnya lebih baik.
Pengembangan Micro Teaching pada Jurusan/program studi keguruan termasuk kelompok pendukung pada mata kuliah keahlian (MKK) menjadi salah satu alternatif untuk dikembangkan agar mahasiswa memiliki keahlian terutama keterampilan mengajar didalam kelas. Melalui program ini mahasiswa dilatih praktek mengajar dalam kelas sedemikian rupa dengan menggunakan peralatan manual dan elektronik.

B. Pengertian
Micro Teaching adalah sebuah model yang dikecilkan, yakni jumlah peserta didiknya dibatasi antara 5 sampai 15 orang, ruang kelasnya kira-kira setengah dari ukuran kelas biasa. Pelaksanaan pembelajarannya dibatasi antara 10 sampai 15 menit, ditambah dengan evaluasi pembimbing sekitar 5 menit per orang. Materinya dibatasi dengan beberapa sub topik bahasan yang disederhanakan. Untuk membedakannya dengan praktek mengajar disekolah/madrasah, maka kuliah Micro Teaching disebut dengan istilah praktek mengajar dalam kelas. Bagi Fakultas Tarbiyah kegiatan ini disebut pula dengan PPL I.

C. Tujuan, Sasaran, dan Fungsi
Kuliah Micro Teaching bertujuan untuk membekali/melatih kemampuan mahasiswa agar memiliki keterampilan dasar khusus dalam proses belajar mengajar.
Sasaran yang hendak dicapai dalam program ini adalah terbinanya calon guru yang memiliki :
1) Pengetahuan tentang proses belajar mengajar
2) Keterampilan dasar khusus dalam proses belajar mengajar
3) Sikap dan perilaku sebagai guru ideal
Sedangkan fungsi Micro Teaching selain sebagai sarana latihan dalam mempraktekan keterampilan mengajar, juga menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa keguruan yang akan mengikuti praktek profesi mengajar di sekolah/ madrasah.

D. Status, Kedudukan, dan Sifat
Dalam kapasitasnya Micro Teaching dijadikan salah satu mata kuliah berbobot 2 Sks yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dari semua Jurusan/Program Studi keguruan pada Fakultas Tarbiyah. Mata kuliah ini lebih bersifat praktis, yakni mempraktekan teori-teori kependidikan. Untuk membedakannya dengan praktek mengajar di sekolah/madrasah, maka kuliah Micro Teaching disebut dengan istilah praktek mengajar dalam kelas, dengan istilah lain PPL-I, sedangkan praktek mengajar di sekolah / madrasah disebut PPL-2 .

E. Desain Pengembangan Micro Teaching
Secara operasional pengembangan micro teaching di fokuskan pada :
1) Organisasi Pelaksana
Organisasi pelaksana pengembangan micro teaching terdiri dari penanggung jawab, pengelola program, dan pelaksana kuliah, susunannya adalah sebagai berikut :
Penanggung Jawab: Ketua STAI
Pelaksana Kuliah: Dosen yang terdiri dari :
a) Koordinator Dosen Pembimbing yang bertugas mengkoordinir sejumlah dosen.
b) Dosen Pembimbing yang bertugas langsung melaksanakan bimbingan kepada sejumlah mahasiswa.
c) Teknisi dan Operator yang bertugas mengkoordinir kegiatan teknis pemasangan/pemeliharaan/perawatan dan pengoperasian peralatan micro teaching.
2)Waktu dan Tempat
Waktu kuliah micro teaching ditentukan pada semester V untuk program S-I dan semester III untuk Program D-2.
d) Tempat waktu kuliah micro teaching dilaksanakan di ruang laboratorium/ studio micro teaching Univ/Ins/Ketua STAI / Jurusan / Program Studi yang bersangkutan.
2) Pra Syarat Pengambilan Mata Kuliah Micro Teaching
Sesuai dengan fungsinya micro teaching menjadi salah satu syarat bagi mahasiswa keguruan yang akan mengikuti praktek profesi mengajar disekolah/madrasah, maka pra syarat bagi mahasiswa yang akan mengambil/mengikuti mata kuliah ini harus sudah lulus dan/atau sedang mengambil mata kuliah :
a) Ilmu Pendidikan
b) Psikologi Pendidikan/Belajar
c) Sistem perencanaan pengajaran (untuk masing-masing bidang studi)
d) Metode pengajaran (untuk masing-masing bidang studi)
e) Pengembangan kurikulum
3) Pra Syarat Dosen Mata Kuliah Micro Teaching
Pra syarat untuk menjadi tenaga pengajarnya adalah pemegang mata Kuliah kependidikan yang telah mengikuti orientasi pengajaran mata kuliah Micro Teaching.
4) Materi
Sylabus mata kuliah micro teaching meliputi materi :
a) Keterampilan prosedur mengajar
b) Keterampilan khusus dalam mengajar, meliputi :
(1) Teknik bertanya
(2) Teknik memberi perintah
(3) Telnik memberikan pengutan materi
(4) Teknik mengoreksi kesalahan
(5) Teknik menciptakan variasi dan stimulus.
Keterampilan menggunakan sumber alat dan media
(6) Penggunaan metode,
(7) Metode mengajar pendidikan Agama Islam untuk Program S-I, D-2, dan Akta IV / Pendidikan Agama Islam
(8) Metode mengajar Bahasa Arab untuk Jur/Prodi Bahasa Arab
(9) Metode mengajar bahasa arab untuk Jur/Prodi Bahsa Arab
(10) Metode mengajar bahasa Arab untuk Jur/Prodi Bhasa Inggris
(11) Metode mengajar MIPA untu Jur/Prodi Tadris Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia
(12) Metode mengajar di MI dan RA untuk Program D2 Guru MI dan RA
(13) Keterampilan mengevaluasi hasil belajar, meliputi :
(a) Penetapan alat evaluasi
(b) Penetapan teknik evaluasi
(c) Penetapan bentuk evaluasi

5) Pelaksanaan Bimbingan
Substansi dari pelaksanaan kuliah micro teaching adalah membimbing dan melatih mahasiswa agar menguasai berbagai keterampilan khusus dalam proses belajar mengajar, termasuk keterampilan membuat program persiapan mengajar membuat dan memilh media dan metode serta penguasaaan bahan dan pengembanagannya. Secara umum hal-hal yang diajarkan/dilatihkan kepada mahasiswa adalah sebagai berikut :
a) Keterampilan membuat desain pembelajaran, meliputi:
(1) Kemampuan menyusun kompetensi dasar
(2) Kemampuan menyebarkan materi
(3) Kemampuan menyusun langkah-langkah kegiatan belajar mengajar
(4) Kemampuan memilih dan menerapkan metode pengajaran
(5) Kemampuan memilih bentuk dan jenis evaluasi, serta merumuskan alat evaluasi
b) Kemampuan Prosedur Mengajar, meliputi:
(1) Prosedur sebelum mengajar Pre Instructional Procedur
(2) Teknik mengintroduksi bahan pengajaran Introduction Techniques
(3) Teknik menyampaikan materi pengajaran Lecturing Techniques
(4) Prosedur penutupan pengajaran Closure Procedur
c) Kemampuan membuat dan memilih media pengajaran, meliputi:
(1) Keterampilan memilih/ membuat media sederhana sesuai dengan bahan yang akan diajarkan
(2) Kemampuan memilih media yang mendukung efektivitas pembelajaran
d) Keterampilan melaksanakan pengajaran sesuai desain pembelajaran, meliputi :
(1) Materi berorientasi pada pencapaian kompetensi dasar
(2) Kemampuan menyampaikan materi secara sistematis
(3) Kemampuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar
(4) Kemampuan menerapkan metode pengajaran
(5) Kemampuan melaksanakan
e) Keterampilan khusus dalam mengajar, meliputi :
(1) Keterampilan prosedur
(2) Keterampilan menerapkan teknik-teknik dasar, yaitu keterampilan khusus yang dibutuhkan dan dipakai pada saat sedang mengajar
(3) Keterampilan menggunakan metode
(4) Keterampilan menggunakan alat-alat/media pengajar
6) Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kuliah micro teaching adalah sebagai berikut :
a) Kamera Ukuran kecil, sedang dan besar
b) TV Monitor
c) TV Ekspose
d) Tape Recorder
e) VTR (Video Tape Recorder)
f) OHP (Overhead Prejector)
g) Kaset Video /CDROOM (tentang micro teaching dan model-model mengajar)
h) Sound Sistem (dengan kedap Suara)

F. Sistem Pengelolaan dan Pengoperasian Peralatan Micro Teaching
a. Sistem pengelolaan
Sistem pengelolaan pembelajaran micro teaching dirumuskan oleh dosen pembimbing perkuliahan agar perkuliahan dapat berjalan dengan baik, hendaknya setiap dosen terlebih dahulu menyusun konsep-konsep tentang keterampilan yang akan dibimbing kan.
b. Sistem Pengoperasian Peralatan
Sistem pengoperasian peralatan dalam pelaksanaan nya dapat dibantu oleh seorang operator/teknisi, adapun langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam pengoperasian peralatan micri teaching, adalah sebagai berikut :
i. Pertama, sambungkan kabel Ac (power) berikut kabel paralel, sesuai dengan kebutuhan
ii. Kedua, hidupkan tombol power pada kamera swtcher (pemindahan kamera otomatis), video player dan layar monitor televisi (diruang micro teaching dan ruang monitoring)
iii. Ketida, sesuaikan dengan channel Video player pada saluran “L”
iv. Keempat, sesuaikan channel TV pada saluran “AV”. (langkah-langkah pertama sampai dengan keempat sudah dapat mengaktifkan dua kamera kecil dan gambar akan tampil dilayar monitor (diruang micro teaching dan ruang monitoring) tetapi belum ada suara)
v. Kelima, sambungkan kabel AC (power) pada kamera besar dan aktifkan tombol power yang ada pada kamera dan adaptor
vi. Keenam, sambungkan kabel audio/video pada kamera besar kemonitor dengan cara menghubungkan soket kabel video dengan soket kabel audio
vii. Ketujuh, sesuaikan fokus kamera sehingga gambar pada layar monitor nampak sempurna. (langkah kelima sampai ketujuh untuk mengaktifkan dua kamera besar dan sekaligus mengisi suara pada TV monitor (di ruang micro teaching dan ruang monitoring) tetapi belum ada suara)
viii. Kedelapan, untuk merekam proses belajar mengajar, dilakukan dengan cara memasukan kaset video (kosong) pada Player, lalu tekan “Rec” (cukup menekan tombol “Rec” tanpa menekan tombol “play”)
ix. Kesembilan, jika sedang berjalan merekam tiba-tiba berhenti sementara, cukup menekan tombol “pause” kemudian tekan tombol “Rec” bila akan melanjutkan merekam
x. Kesepuluh, setelah selesai merekam keluarkan kaset video dengan menekan tombol “eject” kemudian putar ulang pada alat khusus Rewinder, selanjutnya kaset rekaman siap dioperasikan/ditayangkan melalui video

G. Tugas Dosen/Pembimbing dan Tugas Mahasiswa
a. Tugas Pembimbing
i. Koordinator Pembimbing
(1) Mengkoordinasikan kegiatan dosen pembimbing dalam pelaksanaan kuliah micro teaching
(2) Memantau kegiatan dosen pembimbingdalam pelaksanaan kuliah micro teaching
(3) Mengevaluasi kegiatan/tugas dosen pembimbing dalam pelaksanaan kuliah micro teaching
ii. Tugas Pembimbing
1) Melaksanakan kegiatan pembimbingan dalam pelaksanaan kuliah micro teaching
2) Mengatur tata laksana kuliah micro teaching
3) Memberikan penjelasan teknis kepada mahasiswa/praktikan dalam orientasi kuliah micro teaching
4) Melakukan pembimbingan kepada mahasiswa/praktikan dalam pembuatan desain pembelajaran
5) Memberikan penjelasan teknis kepada mahasiswa/praktikan dalam pelaksanaan latihan keterampilan khusus yang akan dipraktekan di dalam laboratorium/studio micro teaching
6) Mengevaluasi hasil kegiatan kuliah micro teaching
b. Tugas Mahasiswa/Praktikan
i. Hadir/mengikuti seluruh kegiatan kuliah micro teaching pada waktu dan jadwal yang telah ditetapkan
ii. Mempelajari buku panduan
iii. Mengikuti orientasi
iv. Membuat desain pembelajaran
v. Membuat/menyiapkan alat peraga
vi. Pada waktu-waktu tertentu peer teaching dapat berperan sebagai siswa
vii. Bersikap dan bertindak/berperan sebagai guru yang ideal:
1) Berpakaian yang rapih dan sopan (bagaimana layaknya berpenampilan seorang guru)
2) Bersikap/bertindak sopan, ramah, dan rendah hati
3) Menggunakan bahasa yang baik dan benar
H. Evaluasi dan Tindak Lanjut
a. Evaluasi/penilaian
i. Evaluasi/penilaian dilakukan pada Desain Pembelajaran dan pelaksanaan latihan/praktek
ii. Evaluasi/penilaian dilaksanakan pada setiap mahasiswa yang tampil praktek/latihan mengajar, termasuk penampilan terakhir sebagai ujian
iii. Bobot penilaian pada setiap penampilan
iv. Keterampilan prosedur mengajar, 10%
v. Keterampilan khusus dalam mengajar, 60%
vi. Keterampilan menggunakan sumber alat dan media, 10%
vii. Penggunaan metode, dengan 10%
viii. Keterampilan mengevaluasi hasil belajar, 10%
ix. Penghitungan Nilai Akhir (NA)
NA, nilai akhir diperoleh dari rata-rata nilai setiap tampil praktek ditambah nilai penampilan ujian akhir dirumuskan sebagai berikut ;

NA = (6xPA)+(4xPUA)
10
Keterangan :
NA = Nilai Akhir
PA = Nilai rata-rata penampilan latihan
PUA = Nilai rata-rata penampilan ujian akhir
Mentransfer nilai cumulative dai (kolom 7) menjadi angka mutu dan huruf mutu (nilai akhir), degan rumus ;
80 – 100 = A
70 - 79 = B
60 - 69 = C
50 - 59 = D
00 - 49 = E
b. Tindak Lanjut
Setelah nilai akhir (NA) , kelulusan diklasifikasikan menjadi tiga bagian:
i. Lulus tanpa syarat bagi peserta (NA) A, B, atau C
ii. Lulus bersyarat bagi peserta (NA) D, mereka disyaratkan untuk mengikuti bimbingan intensif pada bengkel praktikum
iii. Tidak lulus tanpa syarat bagi peserta (NA) E

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Micro Teaching [Materi Kuliah}

BAB I

PENDAHULUAN

Proses pengajaran merupakan satu kegiatan yang di dalamnya diperlukan adanya interaksi antara seorang guru dengan peserta didiknya, interaksi yang dilakukan pun harus lah sesuai dengan materi yang disampaikan oleh guru, sehingga dengan adanya interaksi tersebut peserta didik akan dapat lebih memahami tentang materi yang sedang disampaikan oleh guru.
Untuk mencapai proses pengajaran yang efektif perlulah diadakan praktek pengajaran terlebih dahulu yaitu dengan mengkonsep atau merencanakan seperti halnya pengajaran pada umumnya, akan tetapi dengan pembatasan waktu yang lebih singakat, atau pengajaran mikro.
Dalam hal ini, penulis akan membahas lebih rinci lagi tentang bagaimana proses pengajaran mikro itu berlangsung dan ketrampilan-ketrampilan apa sajakah yang harus dimiliki ketika melakukan pengajaran mikro dan juga yang lainnya yang sudah penulis kemas di dalam bab selanjutnya.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Konsep Pengajaran Mikro
Pengajaran mikro digunakan untuk memperihalkan teknik pengajaran untuk membolehkan pelatih atau pelajar menguasai, melatih atau memurnikan kemahiran pengajaran dalam situasi yang dikurangkan dari segi kesukarannya. Maka dalam melaksanakan pengajaran mikro bilangan pelajar dan peruntukan masa dikurangkan.

B. Pelaksanaan Pengajaran Mikro
1. Dalam melaksanakan pengajaran mikro pelajar membina satu rancangan mengajar yang singkat 5 – 20 minit berdasarkan bidang kepakarannya , membuat objektif spesifik dan mengajarnya kepada sebilangan kecil pelajar lain.
2. Setelah pengajaran telah dilaksanakan satu penilaian atau pencerapan dilakukan untuk mengesan kelemahan Pencerapan hendaklah dilaksanakan oleh pensyarah atau penyelia, rakan-rakan dan kendiri.
3. Seterusnya satu perancangan semula perlu dilaksanakan untuk tujuan penambahbaikan. Pengajaran mikro merupakan satu kitaran atau satu pusingan

C. Ketrampilan-Ketrampilan dalam Pengajaran Mikro
1. Ketrampilan Membuka Pelajaran

a. Ada bahan apersepsi (Herbart “Apersepsi: membangkitkan minat dan perhatian”)
b. Bahan apersepsi yang sesuai dengan bahan inti
c. Mendapat
respon siswa

2. Penguasaan Bahan Pelajaran
a. Bahan yang disampaikan benar (tidak ada yang menyimpang)
b. Penyampaiannya lancar (tidak tersendat-sendat)
c. Sesuai dengan bahan inti
d. Penyampaiannya sistematis
e. Pembahasannya jelas

3. Penguasaan Metode
a. Menggunakan lebih dari tiga metode mengajar
b. Metode mengajar relevan dengan bahan/ materi pelajaran
c. Penggunaan metode secara sistematis

4. Ketrampilan Menjelaskan
a. Menyajikan informasi diorganisasi secara sistematis
b. Memberikan contoh yang lebih memperjelas tingkat pemahaman siswa.
c. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
d. Adanya umpan balik.

5. Penguasaan Kelas
a. Menciptakan kondisi optimal terjadinya PBM
b. Memberikan kehangatan dan keantusiasan
c. Menyampaikan bahan yang menantang

6. Kemampuan Menggunakan Alat/Media
a. Menggunakan Alat/ media dengan tepat
b. Alat/ media yang digunakan dapat membantu pemahaman murid
c. Alat/ media sesuai dengan Indikataor hasil belajar yang telah dirumuskan
d. Jenis alat/ media lebih dari satu (bervariasi).

7. Interaksi dalam Proses Belajar Mengajar yang Komunikatif
a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif
b. Interaksi sesuai dengan indikator hasil belajar yang dirumuskan
c. Sebagian besar/ semua siswa terlibat dalam interaksi.

8. Ketrampilan Memberi Penguatan
a. Jenis penguatan bervariasi
b. Penguatan diberikan pada waktu yang tepat
c. Sebagian besar atau semua perbuatan baik diberi penguatan
d. Cara memberikannya wajar (tidak berlebihan).

9. Kemampuan Mengevaluasi
a. Jenis evaluasi sesuai dengan kegiatan belajar yang telah diberikan
b. Sesuai dengan tujuan pembelajaran
c. Sesuai dengan bahan pelajaran
d. Evaluasi yang diberikan tepat untuk menguji penguasaan siswa terhadap topik yang telah dibahas

10. Kemampuan Menutup Pelajaran
a. Menyimpulkan
b. Kesimpulan mencakup seluruh pelajaran pada saat itu
c. Kesimpulan dibuat bersama-sama (guru dan siswa)
d. Memberikan Motivasi dan Nasehat-nasehat
e. Memberikan tugas


D. Sikap Mengajar
1. Tidak membelakangi siswa
2. Selalu menatap siswa (memperhatikan) secara menyeluruh
3. Disiplin kelas
4. Cara mengajukan pertanyaan kepada siswa
5. Cara menjawab pertanyaan siswa
6. Antusias dan percaya diri

BAB III
PENUTUP


Dari beberapa penjelasan di atas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pengajaran mikro merupakan aplikasi dari proses belajar mengajar yang dapat dikatakan sama saja seperti proses pengajaran pada umumnya, akan tetapi pada pengajaran mikro hanya diberi waktu 5 – 20 menit untuk menguraikan materi yang sudah dipersiapkan oleh seorang praktikan.
Adapun untuk ketrampilan-ketrampilan yang harus dimiliki sama seperti halnya pada proses pengajaran pada umumnya yaitu:
1. Ketrampilan membuka pelajaran
2. Ketrampilan dalam penguasaan bahan pelajaran
3. Ketrampilan dalam menggunakan metode pengajaran
4. Ketrampilan menjelaskan
5. Ketrampilan dalam penguasaan kelas
6. Kemampuan menggunakan alat atau media
7. Ketrampilan melakukan interaksi dalam proses belajar mengajar yang komunikatif
8. Ketrampilan memberi penguatan
9. Kemampuan mengevaluasi
10. Ketrampilan menutup pelajaran

DAFTAR PUSTAKA

Pahrudin, Agus, (2006) Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah, Fakta Press: Bandar Lampung
http://amindpoint.blogspot.com/2009/04/keterampilan-dasar-mengajar-10.html
http://ipankreview.wordpress.com/tag/keterampilan-mengajar/
http://www.datafilecom.co.cc

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0